Mahasiswa FKM USM Adakan Program Kesehatan Kepada Masyarakat Melalui Praktik Belajar Lapangan

Aceh Besar

Selama dua pekan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah melakukan praktik belajar lapangan di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang tersebar di 10 gampong, dengan melakukan pengumpulan data, analisis data dan diakhiri dengan melakukan intervensi sesuai dengan masalah yang dihadapi di masing-masing lokasi.

Dengan berakhirnya tahapan tersebut maka mahasiswa melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil pengumpulan data dan analisis masalah.

Kegiatan yang dilakukan selain disambut baik oleh masyarakat juga menjadi suatu jawaban bagi masalah yang ada di masyarakat, diantara 10 gampong tersebut ada yang melakukan penyuluhan dengan berbagai topik kasus yang bermasalah, dan melakukan kegiatan cuci tangan menggunakan sabun dan sikat gigi bersama, khususnya pada anak di desa-desa dengan masalah-masalah terkait dan membangkitkan semangat  gotong royong masyarakat untuk membersihkan lingkungan.

Perlu diketahui, sembilan dari 10 desa merupakan wilayah lanjutan atau pengembangan dari kegiatan PBL tahap 1 yang dilakukan pada tahun 2018 lalu, sehingga masalah dapat diamati lebih spesifik dan melihat sejauh mana perubahan yang terjadi pada masyarakat.

Kegiatan ini akan selalu dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam melahirkan mahasiswa yang paham teoritis dan aplikatif untuk menjawab tantangan permasalahan kesehatan saat ini.

Masyarakat Antusias Sambut Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan FKM USM

Aceh Besar

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah kembali melepas sebanyak 122 mahasiswa untuk melakukan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di wilayah Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar selama dua pekan.

 

Kegiatan wajib ini dilaksanakan di 10 gampong, dengan kegiatan mahasiswa yaitu mengamati masalah yang ada, menganalisa dan melakukan intervensi dengan analisis metode dan penerapan materi yang sudah diperoleh di bangku kuliah.

Dalam pelaksanaanya, masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan para mahasiswa FKM USM, dapat dilihat pada penyambutan atau pertemuan awal dengan masyarakat yang dilakukan di tiap-tiap gampong penempatan mahasiswa. Masyarakat berharap, dengan datangnya mahasiswa ini dapat memberi pencerahan terhadap masalah-masalah kesehatan yang dihadapi di masing-masing gampong.

T.M. Rafsanjani, Salah satu pembimbing lapangan mengatakan, mahasiswa ditugaskan untuk mempelajari permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, dan dituntut untuk mencari alternatif penyelesaian berdasarkan teori dan metode yang sudah dipelajari di kampus.

“Selama dua pekan di lapangan, data harus diambil semua, segera diolah dan dianalisis sehingga intervensi yang dilakukan benar berdampak pada masyarakat, walaupun masih belajar tapi harus memberikan nilai yang berarti kepada penduduk setempat” tambah rafsanjani.

Mahasiswa juga diwajibkan untuk membuat laporan dari hasil praktiknya dan akan di berikan kepada kampus, kecamatan dan gampong tempat mereka praktik.

Foto Coaching PBL II FKM USM

Suasana coaching PBL II FKM USM di Aula FKM

DOSEN DAN LPPM UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH ADAKAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM)

Rektor, Ketua LPPM saat di lokasi PKM Desa Neuheun Aceh Besar

Neuheun-Aceh Besar

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) bersama Civitas Akademika Universitas Serambi Mekkah (USM) mengadakan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di desa Neuheun Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan PKM mengangkat tema “Peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Civitas Akademika dalam Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan di Desa Neuheun Aceh Besar”. Kegiatan PKM tersebut diprakarsai oleh LPPM Universitas Serambi Mekkah bekerja sama dengan seluruh Dosen USM yang di ketuai oleh Ibu Nur Ainun, S.Pd., M.Pd dan Ibu Eka Marya Mistar, ST., MT sebagai bendahara kegiatan, adapun bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penghijauan dengan melakukan penanaman pohon produktif, pembersihan lokasi meunasah, pemberian wakaf Al-Quran dan wakaf Mukenah, serta menyantuni anak yatim di desa tersebut.

Kegiatan pengabdian masyarakat adalah kegiatan rutin dan wajib yang dilakukan oleh Civitas Akademika Universitas Serambi Mekkah yang merupakan bagian dari Tridharma selain dari pengajaran dan penelitian. Bapak Faizan yang menjabat sebagai kepala desa Neuheun dalam sambutannya sangat mengapresiasikan kegiatan PKM ini dimana beliau mengharapkan kegiatan PKM bisa dilanjutkan lagi dalam bentuk kegiatan lainnya yang mampu membentuk dan mengangkat pengetahuan kepada masyarakat apalagi di Zaman perkembangan teknologi yang banyak informasi-informasi dan pengetahuan yang tidak sampai ke masyarakat. Bapak ketua LPPM-USM Saisa, ST., MT sebagai penanggung jawab kegiatan memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan pengabdian adalah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, memberikan informasi teknologi dalam penghijauan dan pelestarian lingkungan dan ke depan siap melakukan kerja sama dengan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dalam bentuk kegiatan yang langsung berimbas pada masyarakat sebagai contoh memberikan teknologi pembuatan pakan ternak, teknologi pengolahan sumber hasil laut dan budidaya-budidaya perairan yang dapat dikelola oleh masyarakat di desa Neuheun.

Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang dibuktikan dengan adanya kebersamaan antara dosen dan perangkat desa dalam melakukan penghijauan dan pelestarian lingkungan, pemberian wakaf Al-Quran dan Mukenah yang langsung diterima secara simbolis oleh kepada desa dan pemberian santunan kepada anak yatim desa Neuheun yang masing-masing diserahkan secara langsung oleh Dosen kepada anak yatim.

Pada penutupan kegiatan yang langsung di tutup oleh Bapak Rektor Universitas Serambi Mekkah yaitu Bapak Dr. H. Said Usman, S.Pd., M.Kes menyampaikan kepada kepala desa dan masyarakat untuk terus melanjutkan kegiatan ini dengan membentuk sebuah kerja sama berkelanjutan dan kampus memberikan peluang kepada seluruh masyarakat yang memiliki anak usia Sekolah Menengah yang ingin menempuh atau melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S1) USM siap membantu dan memberikan beasiswa bagi masyarakat yang perekonomian rendah atau kurang mampu. Pada akhir penutupan Bapak Rektor mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak kapolsek serta seluruh dosen yang telah terlibat mengsukseskan acara semoga ke depan USM mampu menciptakan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat dan berdampak langsung pada masyarakat di desa Neuheun.

Penamaman Pohon Pada Acara PKM di Desa Neuheun

FKM USM Terima Mahasiswa Baru Pindahan dan Lanjutan

Kabar Gembira,,,!

Bapak/ibu/Saudara (i) calon mahasiwa, sekarang FKM/Universitas Serambi Mekkah Menerima Mahasiswa Lanjutan dan Pindahan, bagi yang berminat silahkan baca brosurnya di bawah ini, Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di Kampus Universitas Serambi Mekkah Batoh, dan jika ingin melakukan pendafatarn secara online bisa klik:

PMB Lanjutan/Pindahan USM

Praktikum Mikrobiologi Mahasiswa FKM USM

Kegiatan Lab FKM USM

Mahasiswa Sedang Melakukan Praktikum Mikrobiologi, meliputi Pembiakan Bakteri, Pengamatan Koloni dan Pewarnaan Gram. Praktikum ini dilakukan pada lab kerjasama FKM USM yaitu Lab Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Aceh.

Seminar BEM FKM USM : Peran Penting Mahasiswa Dalam Kesiapsiagaan Bencana

Foto Bersama Panitia dan Pemateri Pada Seminar Kebencanaan BEM FKM USM

Untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam penanganan bencana, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah (BEM FKM-USM) mengadakan seminar kebencanaan dengan tema “Peran Mahasiswa Sebagai Relawan Penanggulangan Bencana Berbasis Kesehatan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Desember 2018 bertempat di Aula Mr. Muhammad Hasan, Universitas Serambi Mekkah Aceh, dengan menghadirkan pemateri dari Bandan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), H. Fazli, SKM.,M.Kes dan Masyudi, S.Kep.,M.Kes yang merupakan dosen tetap FKM USM, kegiatan ini di pandu oleh Ibu Namira Yusuf, SST.,MKM.
Kagiatan Seminar Kebencanaan ini merupakan rangkaian kegiatan pelantikan Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah tahun ajaran 2018/2019 yang mengangkat tema “Membentuk kader milenial yang berjiwa solid loyal dan kritis dalam berorganisasi”.
Tema kebencanaan diangkat mengingat pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk peduli lingkungan sekitar, bencana yang sering terjadi membutuhkan tenaga dan pemikiran oleh semua pihak tidak terkecuali dari mahasiswa agar bisa bahu membahu bersama masyarakat dan pemerintah untuk sadar bencana dan siap memberikan bantuan ketika sewaktu waktu akan terjadi bencana.
Dalam presentasinya,  pemateri mengatakan, penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika sudah terjadi bencana, akan tetapi penanggulangan bencana dapat dilakukan jauh jauh hari sebelum terjadinya bencana. Lebih rinci dijelaskan bahwa penanggulangan bencana dapat dilakukan sebelum, saat dan setelah terjadi bencana.
Sadar bencana menjadi salah satu hal penting yang harus diketahui oleh masyarakat agar sewaktu waktu jika terjadi bencana sigap dan dapat meminimalisir dampak dari bencana yang terjadi. Kegiatannya dapat berupa pendidikan, pelatihan dan pembentukan skenario dalam penanganan bencana serta pembagian tugas antara sesama.
Pamteri Pertama Fazli mengatakan:
Aceh berada pada titik patahan bumi / lempengan bumi yang berpotensi akan terjadi bencana alam. Khusus Kota Banda Aceh juga berada pada dua titik patahan bumi.
Filosofi
jauhkan bencana dari manusia
jauhkan manusia dari bencana
beradaptasi dengan bencana
mendorong kearifan lokal sebagai kekuatan (smong dari daerah Simeulue)

Pemateri Pertama H. Fazli SKM.,M.Kes Sedang Memaparkan Materi

Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FKM USM 2018-2019 di Lantik

Dekan Melantik Pengurus BEM FKM USM 2018-2019

Banda Aceh

Dekan fakultas kesehatan masyarakat Ismail, SKM, M.Pd, M.Kes melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FKM USM) dengan masa kerja 2018/2019 di Aula Mr. Muhammad Hasan, Universitas Serambi Mekkah Aceh pada Selasa 11 Desember 2018.

Dalam sambutannya, Dekan mengatakan, BEM yang baru saja dilantik harus menunjukkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan, yang mendukukung visi misi fakultas atau kegiatan umum lainnya baik yang bermanfaat bagi mahasiswa FKM, mitra organisasi maupun masyarakat pada umumnya, pada kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan bahwa fakultas kesehatan masyarakat yang saat ini memiliki visi dan misi fokus pada kebencanaan.

“Kita selaku fakultas kesehatan masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan, dalam hal ini BEM FKM USM harus menjadi ujung tombak institusi yang membangun karakter mahasiswa, dan kami berharap agar BEM dapat melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pelaksaan kegiatan, terakhir, Dekan mengajak semua yang hadir diacara pelantikan untuk mengikuti Seminar Kebencanaan  “BEM FKM USM Akan Adakan Seminar Kebencanaan” seusai pelantikan BEM.

Badan Eksekutif Mahasiswa yang baru dilantik merupakan generasi ke sembilan semenjak  FKM USM berdiri, dan aktif dalam kegiatan sosial masyarakat dalam bentuk apapun.

Cut Intan Revadini selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini kita persiapkan jauh-jauh hari untuk pelantikan sekaligus seminar kebencanaan, ini semua berkat kerjasama seluruh panitia, mahasiswa dan dukungan pihak fakultas dan universitas tentunya sehingga selesai dan alhamdulillah sukses seperti yang kita harapkan.

Pengurus yang dilantik pada hari ini tertera pada surat keputusan dengan tujuh bidang dan jumlah pengurus sebanyak 31 orang yang akan bekerja sesuai dengan program kerja yang sudah disusun.

Ketua BEM terlantik Heril Fitrada mengatakan, Alhamdulillah hari ini kita sudah sah, sudah memiliki legalitas untuk bekerja, maka dari itu mari kawan-kawan pengurus semua untuk aktif dalam menjalankan program-program yang telah kita susun tempo hari, karena peran mahasiswa sangat dibutuhkan oleh fakultas, universitas, bahkan Indonesia sekalipun.

Dalam penutupnya heril mengatakan, saya tidak akan mampu bekerja sendiri jika kawan-kawan tidak bergandengan tangan bersama saya untuk membawa BEM FKM USM untuk lebih maju pada tingkat nasional.

BEM FKM USM Akan Adakan Seminar Kebencanaan

Brosur Kegiatan Kebencanaan FKM USM

Peduli bencana, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah (BEM FKM-USM) akan mengadakan seminar kebencanaan dengan tema “Peran Mahasiswa Sebagai Relawan Penanggulangan Bencana Berbasis Kesehatan” yang dilaksanakan pada 11 Desember 2018 bertempat di Aula Mr. Muhammad Hasan, Universitas Serambi Mekkah Aceh, dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidang kebencanaan, seperti Fazli, SKM.,M.Kes merupakan ahli kebencanaan yang bekerja di Badan Penaggulangan Bencana Daerah Aceh (BPBD) dan Masyudi, SKM.,M.Kes yang merupakan dosen FKM USM. Kegiatan ini akan di pandu oleh Namira Yusuf, SST.,MKM.

Baca juga “Peduli Bencana Sulteng BEM FKM-USM Galang Dana”

 

Peringati Hari AIDS SeDunia BEM FKM Lakukan Sosialisasi Preventive di Jalanan

Mahasiswa FKM USM Membetangkan Spanduk Berisikan Pesan Pencegahan AIDS

Banda Aceh

Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah (BEM FKM-USM) lakukan sosialisasi tentang bahaya penyakit AIDS pada pengguna jalan, tepatnya di Traffic Light jalan T Nyak Arief Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

Kegiatan yang bertepatan dengan hari  AIDS Sedunia ini dilakukan sebagai bentuk wujud kepedulian mahasiswa tentang maraknya penyakit AIDS khususnya di Aceh, sehingga mahasiswa melaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Saat Kenderaan Berhenti, Spanduk dibentangkan

Ketua BEM FKM Heril Fitrada mengatakan, kami mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat sudah seharusnya mensosialisasikan tentang bahayanya penyakit AIDS yang bisa menyerang siapa saja dikarenakan tidak mengetahui cara pencegahannya, maka dari itu kami bersama anggota BEM turun ke jalan pada hari ini karena kami peduli dengan masalah ini.

Dalam kegiatan ini mahasiswa memajang spanduk berukuran 1 x 4 meter yang bertuliskan pesan-pesan tentang pencegahan AIDS, penyebaran brosur tentang bahaya dan cara pencegahan HIV AIDS serta pembagian seribu bunga pada pengendara jalan.

Heril menambahkan, kita berharap ini menjadi pemicu kepada masyarakat agar lebih waspada, sehingga terhindar dari penyakit terkutuk ini, dan pada masyarakat juga kita harapkan agar pesan-pesan ini disampaikan juga kepada sanak keluarga lainnya.

Mari semua masyarakat memusuhi dan memerangi penyakit berbahaya ini, sehingga terwujud Aceh bebas dari penyakit AIDS, tutup Heril.