Seminar BEM FKM USM : Peran Penting Mahasiswa Dalam Kesiapsiagaan Bencana

Foto Bersama Panitia dan Pemateri Pada Seminar Kebencanaan BEM FKM USM

Untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam penanganan bencana, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah (BEM FKM-USM) mengadakan seminar kebencanaan dengan tema “Peran Mahasiswa Sebagai Relawan Penanggulangan Bencana Berbasis Kesehatan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Desember 2018 bertempat di Aula Mr. Muhammad Hasan, Universitas Serambi Mekkah Aceh, dengan menghadirkan pemateri dari Bandan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), H. Fazli, SKM.,M.Kes dan Masyudi, S.Kep.,M.Kes yang merupakan dosen tetap FKM USM, kegiatan ini di pandu oleh Ibu Namira Yusuf, SST.,MKM.
Kagiatan Seminar Kebencanaan ini merupakan rangkaian kegiatan pelantikan Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah tahun ajaran 2018/2019 yang mengangkat tema “Membentuk kader milenial yang berjiwa solid loyal dan kritis dalam berorganisasi”.
Tema kebencanaan diangkat mengingat pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk peduli lingkungan sekitar, bencana yang sering terjadi membutuhkan tenaga dan pemikiran oleh semua pihak tidak terkecuali dari mahasiswa agar bisa bahu membahu bersama masyarakat dan pemerintah untuk sadar bencana dan siap memberikan bantuan ketika sewaktu waktu akan terjadi bencana.
Dalam presentasinya,  pemateri mengatakan, penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika sudah terjadi bencana, akan tetapi penanggulangan bencana dapat dilakukan jauh jauh hari sebelum terjadinya bencana. Lebih rinci dijelaskan bahwa penanggulangan bencana dapat dilakukan sebelum, saat dan setelah terjadi bencana.
Sadar bencana menjadi salah satu hal penting yang harus diketahui oleh masyarakat agar sewaktu waktu jika terjadi bencana sigap dan dapat meminimalisir dampak dari bencana yang terjadi. Kegiatannya dapat berupa pendidikan, pelatihan dan pembentukan skenario dalam penanganan bencana serta pembagian tugas antara sesama.
Pamteri Pertama Fazli mengatakan:
Aceh berada pada titik patahan bumi / lempengan bumi yang berpotensi akan terjadi bencana alam. Khusus Kota Banda Aceh juga berada pada dua titik patahan bumi.
Filosofi
jauhkan bencana dari manusia
jauhkan manusia dari bencana
beradaptasi dengan bencana
mendorong kearifan lokal sebagai kekuatan (smong dari daerah Simeulue)

Pemateri Pertama H. Fazli SKM.,M.Kes Sedang Memaparkan Materi

Leave a Reply

Your email address will not be published.